Jumat, 27 Juni 2014

The Power like a magic!
Hai semua! Rasanya seperti sudah seabad tidak menengok blog ini. Well, setelah enam tahun, begitu banyak kejadian yang aku alami. Manis, pahit, asem, semua menyatu seperti rujak manis dalam piring. Ada begitu banyak kisah, pelajaran hidup, dan hikmah yang ingin kubagi bersama kalian. Bukan sekadar cerita biasa, tetapi aku berharap kalian mendapatkan sesuatu dari kisahku. Mungkin cuma kata-kata indah yang memotivasi, tapi bisa juga seonggok inspirasi.Tentu saja karena pengalaman adalah guru yang paling hebat, maka aku akan berbicara banyak seputar pengalaman. Hanya saja, tidak semua pengalaman laksana gula-gula yang manis di lidah. Terkadang pengalaman bisa menjadi lebih tajam dari pedang, sakiiiit banget! Dan aku bertaruh semua orang tidak ingin mengalaminya. Semua pasti cuma ingin jadi pendengar sambil mengangguk-anggukkan kepala, mungkin sesekali menghela nafas panjang sembari berucap syukur, untunglah bukan kamu yang mengalaminya. Aku pun berharap demikian. Namun sayangnya, pengalaman ini memilihku. Aku terpilih untuk menerima pelajaran darinya. Lalu kepada kalian, satu per satu kisah ini mulai kusajikan. Bersiaplah... karena aku pun akan bersiap2 juga.
Kisah ini dimulai ketika aku lahir, lalu delapan belas tahun kemudian, untuk pertama kalinya aku menulis blog (lihat post terbang bersama nasib). Dalam tulisan sebelumnya aku bercerita bahwa aku hendak kuliah di Jakarta melalui seleksi beasiswa Paramadina Fellowship 2009. Sayangnya, takdir itu belum jatuh ke tanganku. Di seleksi tahap akhir yaitu tes bahasa Inggris dan tes bakat aku gagal meyakinkan para penilai. Nah! Di sini lah perjalanan itu dimulai...dari sini lah aku mulai bersinggungan dengan hal2 metafisis. Keajaiban.
Kegagalan itu membuatku menata ulang strategi masa depan. Aku memutuskan mengikuti kursus persiapan masuk perguruan tinggi selama 3 bulan di Malang. Di ruang-ruang kelas mungil yang nyaman, lengkap dengan AC dan para tentor yang menarik, aku membuka kembali memoriku tentang pelajaran-pelajaran yang sempat setahun kutinggal. Tidak banyak membantu. Otakku sudah cukup malas untuk belajar kembali. Waktu yang singkat, pelajaran yang sangat banyak, uuughhhh pengen muntah rasanya! Post tes dan pre tes setiap hari...huffft! Tiga, empat, lima...nilaiku sehari-hari. Paling bagus bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, delapan dan sembilan. Uniknya aku selalu jadi tiga teratas saat try out digelar tiap dua minggu. Hingga pada suatu hari menjelang akhir masa les kami semua dikumpulkan dalam sebuah auditorium. Try out akbar lagi? Bukan! Kami akan menjalani seminar motivasi.
Seminar itu, mengubah hidupku untuk seterusnya. Seorang pemateri yang berprofesi sebagai pengusaha didatangkan dengan biaya khusus yang tidak murah. Konon pemateri tersebutlah yang menginspirasi owner bimbelku hingga sukses seperti sekarang. Pada setengah jam di sesi terakhir, lampu auditorium diredupkan, musik instrumental mengalun lembut untuk mengantarkan kami pada kondisi hypnosis...(bersambung)